Biru

Biru, sore ini aku berkunjung, setelah sekian lama. Menjemput adik kecil. Tapi tak ada kau. Kuedarkan pandangan. Bisa saja kau terselip diantara rerumputan atau bersembunyi di antara dedaunan. Oh, mungkin saja kau terbang di atas langit biru. Agar tak terlihat birumu. Tidak mungkin, langit mendung.

Biru, beri aku selamat. Hatiku tidak biru lagi. ada motor birumu disana. aku hanya tersenyum. Dulu, aku begitu ya :) sibuk dengan indahnya hari-hari biru. sibuk dengan sedihnya hari-hari biru. Ah... jangan ceritakan ini pada si kentut manapun. dia pasti berkata, "tentu saja tidak biru lagi. hatinya sudah semanis coklat, bukan?" Dasar tukang suudhan!

Jujur saja, dalam perjalanan, yang kubayangkan adalah gadis kecil yang berlari. tertawa, pandai becerita. memanggilku siapa? kakak? ama? nyatanya hanya motor birumu yang menyapaku sore tadi. :)

Aku akan bersiap biru. Menjalani hari-hari penuh liku. Tidak hanya berisi warna biru. Ada merah, hijau, merah muda? hitam juga. putih? semoga berakhir dengan baik. Doakan, biru. semoga diberi jalan yang pasti. yang benar.

Gadis Kecil Parasit


langit biru :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waris, Ali, dan Tembok Dapur

Cinta Pertamaku Itu

ROMANTISME