Raja diatas segala raja
Mungkin ini PMS. Pagi hari ku lewati seperti biasanya. Hari Sabtu waktunya pulang ke uti. Meneriaki anak-anak yang tak kunjung siap. Berakhir di motor beriringan. Hanya bawa badan, eh, dan sampah yang kubuang di TPA pinggir jalan. Sampai Triwung, ada polisi. Ternyata karnaval! Nuun, liat ke kiri! Pengetahuan baru ini, dalam hatiku. Bapak ibu guru pakai merah putih, anak-anak berkreasi. Tidak banyak. Bawa banner, bendera. semakin ke depan, semakin tertata, jogetannya. Tes. Tes Dua tetes, lanjut tiga, empat, mengalirlah airmataku. aku mbrebes! Ngapaaiin? Sudut hatiku bertanya. Sakit hatiku. Kata sebelahnya. Karna karnaval? Biasanya aku suka aja karnaval, apalagi jika kreatif, santun, ada perspektif baru. Tapi melihat karnaval seuprit ini hatiku sakit. Yang pakai kostum tidak sampai lima baris, pemandunya memandu joget, anak-anak polos itu berjalan seperti bebek mengikuti barisan depannya. Kemudian muncul cacing yang ditarik...