Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Gara-gara Abi, Salah Semua

 Mewek πŸ§•πŸ» Kenapa? πŸ‘§πŸ»☹️ πŸ§•πŸ» Marah? ☹️ Kesel? πŸ₯Ί Karna? ☹️ Dimarah abi? ☹️ Boh, dinasehati? πŸ₯Ί Kenapa kok nangis? Tersinggung? πŸ₯Ί Oh, ga bener? Dituduh? ☹️ Engga juga? Bener juga? Abi bener? πŸ₯Ί (🫣 Sabar inhale exhale siap2)  Kenapa tersinggung kalo bener? 😭 (Aduh, airmatanya)  Keras marahnya? Eh nasihatnya? ☹️ Lembut aja? πŸ₯Ί OOO wajahnya? Seram? πŸ₯Ί Oalah, jadi kesel? Sedih? ☹️ Eh tersinggung? πŸ₯Ί Dinasehati apa? 😭 Kok nangis lagi. Peluk dulu dah.  - Dah, dinasehati apa kok tersinggung?   Aku gatau, masih mikir (Astaga🫑) Oke. Shalat dulu biar tenang?  Iya.  Oke, yuk. _____ πŸ‘§πŸ»: Kata Abi, kalau nggak mau ngaji sama Abi, Abi nggak mau urus hafalannya. 😭 πŸ§•πŸ»: Ooo, ya Allah… sedih ya.... πŸ‘§πŸ»: He’eh. 😭 πŸ§•πŸ»: Tapi kamu sungguh nggak mau ngaji sama Abi? πŸ‘§πŸ»: Mau. ☹️ πŸ§•πŸ»: Tapi kalau pilih-pilihan, kok nggak mau pilih Abi? πŸ‘§πŸ»: … lama...  πŸ§•πŸ»: Hmmm… Sama (ngaji) sampai Isya. Tapi nggak bisa nawar, kan? Ngobrol dulu, minum dulu, lama-lama ambi...

Raja diatas segala raja

 Mungkin ini PMS.  Pagi hari ku lewati seperti biasanya. Hari Sabtu waktunya pulang ke uti. Meneriaki anak-anak yang tak kunjung siap. Berakhir di motor beriringan. Hanya bawa badan, eh, dan sampah yang kubuang di TPA pinggir jalan.  Sampai Triwung, ada polisi. Ternyata karnaval!  Nuun, liat ke kiri!  Pengetahuan baru ini, dalam hatiku.  Bapak ibu guru pakai merah putih, anak-anak berkreasi. Tidak banyak. Bawa banner, bendera. semakin ke depan, semakin tertata, jogetannya.  Tes.  Tes Dua tetes, lanjut tiga, empat, mengalirlah airmataku. aku mbrebes! Ngapaaiin? Sudut hatiku bertanya. Sakit hatiku. Kata sebelahnya.  Karna karnaval? Biasanya aku suka aja karnaval, apalagi jika kreatif, santun, ada perspektif baru.  Tapi melihat karnaval seuprit ini hatiku sakit. Yang pakai kostum tidak sampai lima baris, pemandunya memandu joget, anak-anak polos itu berjalan seperti bebek mengikuti barisan depannya.  Kemudian muncul cacing yang ditarik...

ROMANTISME

Gambar
Romantisme mbok-mbok baru 7 tahun,  Melihat punggungnya dari motor belakang Kakinya kadang menghalau ayam yang kupingnya tidak dengar klakson Tapi Rasanya seperti dilindungi dari semburan gunung meletus Juga asyik tin tin mendahului pick up yang lambat Tapi rasanya seperti dibukakan jalan oleh pengawal pejabat Sebelum berangkat, sibuk tanya kaya orang tua, "dek, pakai motor yang mana?"  Padahal aku sudah ahli bawa karung dan 2 anak di tebing jurang "Dek, lebih enak bawa anak apa barang? Eh sini dah, biar di dudukin Ahmad" Akhirnya aku hanya bawa badan "Waktunya beli mobil ini, kapan ya kita ada tabungan" Ingin rasanya ku sumbang dengan uang logam kembalian Tidak seperti di film-film, harusnya menikah itu baru intro, Resolution nya di akhir hayat, Klimaksnya tergantung aktris  Meletakkan pernikahan di akhir and happily ever after adalah kesalahan terbesar, benar adanya dunia nyata lebih seru daripada dunia fiksi, kata penulis.  Menyimpulkan punggung dari mo...

Otakmu terbalik

 Bagaimana ini, kekesalanku tidak ku pupuk, tapi tumbuh subur menjadi marah Kemarahanku ku cabut banyak2, tapi semakin menghama dalam hatiku.  Kalau nanti jadi benci, bisakah hidup dg kebencian di pagi hari? Dimalam hari? Di sela2 hari berjalan tiba2 melamun lalu tersadarkan Ahmad menye2. Tiba2 air mata menetes lalu tersadarkan bisikan Maryam "umi, kalo kesel boleh mandi air hujan. Kata ustadzah. Biar nangisnya ga keliatan." Ku tekan dalam2, semoga meletusnya tanpa Ahamd dan Maryam Aku tidak kasihan padamu? Aku kasihan pada diriku sendiri yang tidak dikasihani olehmu. Otakmu terbalik atau bagaimana 

Dek

Gambar