Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Jalan

Gambar
  Minggu-minggu terakhir aku banyak bersyukur. Karena jalan gunung ini diperbaiki. Biasanya setiap sekian menit sekali Ahmad terantuk setir motor, Maryam yang pegangan tangannya belum kuat terlepas-lepas. Aku menyetir pelan, meliuk kanan kiri, berdebar tiap mobil lewat di turunan atau tanjakan, harus menepi, kadang berhenti di jalan yang menukik itu dengan 2 bayi.  Tapi memang dasar masa oligarki begini melatih kami, setidaknya aku, untuk berprasangka buruk, "apa yang akan diperbuat perampok rakyat itu?". Jauh sebelum penjajah mampir dimana-mana, infrastruktur transportasi dibangun untuk memudahkan pedagang. Pedagang kain, kayu, rempah, hasil bumi, hari-hari ini hasil tambang, tanah pasir semua diperdagangkan. Termasuk manusia.  Jalan mulus di sisi gunung yang lain sudah diperbaiki sejak lama, diperhalus lagi, diperhalus lagi. Agar petani di atas gunung sana mudah aksesnya ke pasar dan fasilitas umum dibawah? Tentu saja. Tentu juga agar truk-truk pengangkut pasir lebih le...

Berteman

 Sayangku yang perhatian itu sedang diuji keburukan kecil dunia, tapi berat sekali bagi hatinya yg kecil itu. kutanyalah pagi2, πŸ§•πŸ»"Hari ini happy sekolah? Kan kemarin sudah maafan ya? Umi kelihatan" πŸ‘§πŸ»"Kata ustadzah ga boleh inget2 salahnya orang mi" πŸ§•πŸ»Biar apa? πŸ‘§πŸ»"Gatau" πŸ§•πŸ»Biar ga sedih hatinya nak, kalau sudah selesai, sudah maafan, ya sudah maafkan. Main lagi sama2. Biar tenang. Kalau ttp diingat2, jadi sakit hati, kesel mau ngapa2in. bisa sakit badan juga πŸ‘§πŸ» Aku udah doain dia jadi anak shalihah. Tapi dia ulangi berkali-kali πŸ˜’ πŸ§•πŸ» Berdoa untuk Maryam juga biar jadi anak kuat. Dia juga anak2 kaya Maryam. Dia belajar berteman. Semua orang punya salah, gapapa. Tunggu dia paham dan ga gitu lagi. Bisa sabar? πŸ‘§πŸ» Oke Semoga usaha kami menyelesaikan perselisihan kecil ini menumbuhkan orang-orang dewasa yang besar hati menyelesaikan perselisihan dengan imanπŸ₯ΉπŸ₯Ή