Jalan
Minggu-minggu terakhir aku banyak bersyukur. Karena jalan gunung ini diperbaiki. Biasanya setiap sekian menit sekali Ahmad terantuk setir motor, Maryam yang pegangan tangannya belum kuat terlepas-lepas. Aku menyetir pelan, meliuk kanan kiri, berdebar tiap mobil lewat di turunan atau tanjakan, harus menepi, kadang berhenti di jalan yang menukik itu dengan 2 bayi. Tapi memang dasar masa oligarki begini melatih kami, setidaknya aku, untuk berprasangka buruk, "apa yang akan diperbuat perampok rakyat itu?". Jauh sebelum penjajah mampir dimana-mana, infrastruktur transportasi dibangun untuk memudahkan pedagang. Pedagang kain, kayu, rempah, hasil bumi, hari-hari ini hasil tambang, tanah pasir semua diperdagangkan. Termasuk manusia. Jalan mulus di sisi gunung yang lain sudah diperbaiki sejak lama, diperhalus lagi, diperhalus lagi. Agar petani di atas gunung sana mudah aksesnya ke pasar dan fasilitas umum dibawah? Tentu saja. Tentu juga agar truk-truk pengangkut pasir lebih le...