Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Hadiah

Mungkin rasanya aneh ya, tapi aku sungguh-sungguh. Kamu adalah salah satu lompatan pencapaian dalam hidupku. Aku yang berkutat dengan diriku sendiri berhasil membersamaimu yang walaupun udah bagus dari sananya adalah prestasi besar. Dalam keadaan hamil, bareng nun, dan LDR, rasa-rasanya tiap selesai dapat respon materi aku selalu bertanya-tanya "ini respon baik apa bukan ya? " "gimana caranya tau soal ini dr dia ya" "gimana caranya ngerubah framing soal ini di kepalanya ya" Lalu kamu bilang iya di setiap fasenya🥺🥺 aku terharu, pengen ketawa, sedih juga. Betapa kemampuan yang harusnya normal dimiliki "pengemban dakwah" sejak belajar kitab-kitab yang masih tipis itu baru bisa ku lakukan sekarang. Tapi berkat kamu aku bisa lompat ke fase berikutnya, ternyata tambah berat ya wkwkw😂 Makasih ya cindy, untuk kenangan manisnya. Aku emang norak banget, ga bisa berterimakasih langsung, karena aku yang terbiasa muka batu ini lemah terhadap perasaan-peras...

Maryam 7 september 2022

 Makan habis di lorong toko,  🧕wah, habis makannya pinter. Kata mbahyut kung habisin sampe nasinya ga ada, bersih. Itu kak ada dua nasi 👧🏻ohiya heheh 👧🏻 mi,  mbahyut kung sudah meninggal?  🧕 iya sudah 👧🏻 kembali kepada Allah? Tidak jadi hantu?  🧕 wkwk iyaaa, kata siapa jadi hantu?  👧🏻 kenapa kembali kepada Allah?  🧕 karena sudah selesai di dunia, jadi kembali kepada Allah. Dimasukkan surga 👧🏻 umi kalo meninggal juga kembali kepada Allah?  Iyaaa Uti juga?  Iyaaa Abi juga?  Iyaaa Mbahyut juga?  Iyaaa Orang beli2 juga?  Iyaaaa😫 Barakallahu ❤️❤️

Berat ya...

 Berat ya Kok bisa banget orang hidup kuat. Aku melawan diri sendiri aja susah. mengejar ketertinggalan, belajar hal baru, menyembuhkan luka, menyelesaikan masalah, DALAM WAKTU YANG SAMA.  orang kok bisaaa? mengusahakan diri untuk stay positive juga bukan hal yang gampang. Setelan default reaksi awalku terhadap hal yang "tidak menyenangkan" ya marah, mengeluh. Walaupun sekian detik kemudian, bisa sekian hari atau sekian minggu kemudian istighfar ..... "dengan berat".  Kita pada akhirnya berlomba dengan diri kita sendiri. Tapi standar di atas sana bikin sesak nafas di setiap langkah. Ya Allah, tolonglah, bantu hambaMu yang susah ngapa-ngapain ini... 

Cermin

 Membersamai mereka susah banget. Tapi seperti berkaca. Bener banget kata ustadzah siapa ya dulu, kamu ga akan tau sampe kamu nemu orang yang kaya kamu.  Geregetaaaan masyaAllah, tapi aku sayang lo sama dia. Kaya, tolonglah naak, aku itu pernah di posisimu. Ayoklah kita bergerak bareng2 aku ga akan judge kamu karena aku juga begitu dulu😢 aku ngertiii😩  Pengen banget nulis surat cinta tapi kayanya comfortzone kita beda 🥲  Ya Allah, sampaikan rasa sayangku padanya😔

Ibu Sepanjang Masa

 Menjadi ibu bikin aku makin mengerti, selalu ada hal-hal yang aku sesali, selalu ada hal-hal yang aku tidak punya pilihan lain, yang untuk itu aku ingiiin sekali mengulang waktu memperbaiki. Tapi yang kubisa hanya meminta maaf pada anak-anak atas kebodohan dan kecerobohanku.  Bahwa makanan dan cara makan yg kuberikan berpengaruh pada jiwa dan pikirnya, bahkan kondisi jiwaku saat dia masih dalam kandungan sampai besar berpengaruh pada citra mereka.  Apakabar aku yang tiap hari ada marahnya, sedihnya, berteriaknya, malas2annya.  Juga aku yang belum khatam belajar soal asupan gizinya, cara memberinya. Apalagi soal menanamkan kebaikan dan pengetahuan, mulai darimananya dan sejauhmana.  Baru menjaganya agar tumbuh menjadi manusia yang layak hidup saja aku jungkir balik kepayahan, belum mendidik agar jadi manusia yang mulia🥺 Pada hari-hari beratku, kadang aku berpikir soal coba aku ga dibeginikan sama umi, mbahuti, abi.  Tapi menjadi orangtua aku jadi paham, me...

kakak tahun ke seribu

Gambar
 Kakak,  Di sepanjang jalan ini, terimakasih sudah bersedia berjalan agar aku tidak kelelahan.  Di sepanjang musim ini, terimakasih sudah bersedia berteduh, agar aku tidak kehujanan. Terimakasih sudah berdiri dibelakang, agar aku bisa kembali pulang Terimakasih juga selalu berkacakpinggang, agar aku tidak ketakutan.  Beribu terimakasih juga karena telah Menertawakan hal-hal buruk yang kusuka,  Merusak kekhusyukan setiap lagu yang kudengar, Mendebat segala informasi "penting" yang kuberikan.  Sungkem Besok kau makin tua,  Tak usah mengelak karena asam urat dan kejompoanmu terpampang nyata. Salah satu dari sedikit hal yang bisa ku tertawakan selain kau yang buta nada.  Di hari tuamu esok, esok, dan esoknya lagi, aku bersedia mengantri waktu murojaahmu, menunggumu memikirkan pertanyaan-pertanyaanku, menemuimu sedang membaca di waktu-waktu "menakjubkan". Juga dengan sengaja duduk di depanmu hingga kau bilang "oke, jadi aku baca dulu apa kamu ngomel du...