kakak tahun ke seribu
Kakak, Di sepanjang jalan ini, terimakasih sudah bersedia berjalan agar aku tidak kelelahan. Di sepanjang musim ini, terimakasih sudah bersedia berteduh, agar aku tidak kehujanan. Terimakasih sudah berdiri dibelakang, agar aku bisa kembali pulang Terimakasih juga selalu berkacakpinggang, agar aku tidak ketakutan. Beribu terimakasih juga karena telah Menertawakan hal-hal buruk yang kusuka, Merusak kekhusyukan setiap lagu yang kudengar, Mendebat segala informasi "penting" yang kuberikan. Sungkem Besok kau makin tua, Tak usah mengelak karena asam urat dan kejompoanmu terpampang nyata. Salah satu dari sedikit hal yang bisa ku tertawakan selain kau yang buta nada. Di hari tuamu esok, esok, dan esoknya lagi, aku bersedia mengantri waktu murojaahmu, menunggumu memikirkan pertanyaan-pertanyaanku, menemuimu sedang membaca di waktu-waktu "menakjubkan". Juga dengan sengaja duduk di depanmu hingga kau bilang "oke, jadi aku baca dulu apa kamu ngomel du...