Allah ga pernah salah. Termasuk ngasih rizki, ujian, ganjaran, bahkan azab. Ada suatu masa dalam pencarian jati diri itu, merasa semua salah, mereka begini begitu, tugas2, target2, salah. Lalu aku harus bagaimana? Orang2 julid tiba2 bertebaran. Aku, susah move on. Bahkan pada sumpit. Percaya aku nangis gara2 sumpitku diambil adam. Apalagi pada kawan2 baik, sahabat2 dekat. Yang siang malam kutemui karena "bukan selamanya kita sama2." Maka sebelum ketiadaan itu hadir, hari2 ini harus kuhabiskan. Cerita banyak2, duduk banyak2, tertawa banyak2, nangis banyak2. Seribu kali hujan tengah malam, "kak, aku tengah malem hujan2an waktu itu... " terus besoknya ujian kan? Terus kamu pilek, terus ada ustadzah. Terus.... Iya iya, ga cerita lagi. Itu sumpek. Itulah kenapa aku memilih tidak merasa. Bukannya menerima dengan lapang hati. Tapi hati yang mati. Menjadi menyebalkan. Menyakitkan. Dijauhi orang2. Karena menangis lama sepanjang hari setiap hari tidak menenangkan h...