Ibu Sepanjang Masa
Menjadi ibu bikin aku makin mengerti, selalu ada hal-hal yang aku sesali, selalu ada hal-hal yang aku tidak punya pilihan lain, yang untuk itu aku ingiiin sekali mengulang waktu memperbaiki. Tapi yang kubisa hanya meminta maaf pada anak-anak atas kebodohan dan kecerobohanku. Bahwa makanan dan cara makan yg kuberikan berpengaruh pada jiwa dan pikirnya, bahkan kondisi jiwaku saat dia masih dalam kandungan sampai besar berpengaruh pada citra mereka. Apakabar aku yang tiap hari ada marahnya, sedihnya, berteriaknya, malas2annya. Juga aku yang belum khatam belajar soal asupan gizinya, cara memberinya. Apalagi soal menanamkan kebaikan dan pengetahuan, mulai darimananya dan sejauhmana. Baru menjaganya agar tumbuh menjadi manusia yang layak hidup saja aku jungkir balik kepayahan, belum mendidik agar jadi manusia yang mulia🥺 Pada hari-hari beratku, kadang aku berpikir soal coba aku ga dibeginikan sama umi, mbahuti, abi. Tapi menjadi orangtua aku jadi paham, me...