Ibu Sepanjang Masa
Menjadi ibu bikin aku makin mengerti, selalu ada hal-hal yang aku sesali, selalu ada hal-hal yang aku tidak punya pilihan lain, yang untuk itu aku ingiiin sekali mengulang waktu memperbaiki. Tapi yang kubisa hanya meminta maaf pada anak-anak atas kebodohan dan kecerobohanku.
Bahwa makanan dan cara makan yg kuberikan berpengaruh pada jiwa dan pikirnya, bahkan kondisi jiwaku saat dia masih dalam kandungan sampai besar berpengaruh pada citra mereka.
Apakabar aku yang tiap hari ada marahnya, sedihnya, berteriaknya, malas2annya.
Juga aku yang belum khatam belajar soal asupan gizinya, cara memberinya. Apalagi soal menanamkan kebaikan dan pengetahuan, mulai darimananya dan sejauhmana.
Baru menjaganya agar tumbuh menjadi manusia yang layak hidup saja aku jungkir balik kepayahan, belum mendidik agar jadi manusia yang mulia🥺
Pada hari-hari beratku, kadang aku berpikir soal coba aku ga dibeginikan sama umi, mbahuti, abi.
Tapi menjadi orangtua aku jadi paham, mendidik dan membesarkan anak dengan cara terbaik versi mereka ya begini. Lalu berpikir harusnya aku tinggal berdamai untuk kemudian menjadikannya pelajaran. Tapi, sebagaimana orangtua dan pengasuhku berdamai dengan proses pendidikannya, segalanya tak semudah niatku.
Persis seperti yang dikatakan ustadzah asma', ustadzahku di SMA dulu, kapan kita mulai belajar mendidik anak? 25 tahun sebelum anak itu lahir. Ya, ketika diri kita sendiri masih belum direncanakan adanya. Jadi ketika mbahuti mbahkung mendidik umi abiku, berarti mereka juga sedang mendidik kami cucu-cucunya. Begitupula ketika aku mendidik maryam dan ahmad sekarang, artinya aku juga sedang mendidik cucuku. Padahal membayangkan maryam akan jadi manusia yang lebih besar saja aku masih tidak bisa.
Doa terbaik untuk perempuan-perempuan yang tidak pernah lelah belajar untuk menjadi tonggak peradaban. Perempuan yang masih sekolah, yang baru menikah, yang sudah mendidik anak, yang belum punya anak tapi mendidik anak-anak disekitarnya, kalian semua perempuan hebat.
Mendidik anak memang bukan hanya tanggungjawab ibu. Mendidik anak memang harus menyertakan orangtua, lingkungan, juga negara. Tapi apa yang bisa kita harapkan lagi selain bersungguh-sungguh belajar menjadi pendidik terbaik.
Semoga kita semua diberi kemudahan, kekuatan, kesabaran, kesempatan ilmu, materi dan waktu untuk membesarkan anak-anak kita. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar