Raja diatas segala raja

 Mungkin ini PMS. 

Pagi hari ku lewati seperti biasanya. Hari Sabtu waktunya pulang ke uti. Meneriaki anak-anak yang tak kunjung siap. Berakhir di motor beriringan. Hanya bawa badan, eh, dan sampah yang kubuang di TPA pinggir jalan. 

Sampai Triwung, ada polisi. Ternyata karnaval! 

Nuun, liat ke kiri! 

Pengetahuan baru ini, dalam hatiku. 

Bapak ibu guru pakai merah putih, anak-anak berkreasi. Tidak banyak. Bawa banner, bendera. semakin ke depan, semakin tertata, jogetannya. 

Tes. 

Tes

Dua tetes, lanjut tiga, empat, mengalirlah airmataku. aku mbrebes!

Ngapaaiin? Sudut hatiku bertanya. Sakit hatiku. Kata sebelahnya. 

Karna karnaval? Biasanya aku suka aja karnaval, apalagi jika kreatif, santun, ada perspektif baru. 

Tapi melihat karnaval seuprit ini hatiku sakit. Yang pakai kostum tidak sampai lima baris, pemandunya memandu joget, anak-anak polos itu berjalan seperti bebek mengikuti barisan depannya. 

Kemudian muncul cacing yang ditarik dari hidung Raya. Muncul bapak beras 12 juta yang mukanya menyebalkan itu. Jogetan ibu DPR berkerudung merah di baris depan. Kurang kosan, kurang bensin, nombok, kurang kurang kurang! 

Melewati pasar Triwung yang bau ikan, air mataku mengalir lebih deras. "Ya Allah, kok tegaa" 



يَا مَالِكَ الْمُلْكِ

اللَّهُمَّ اجعلْ لنا دولةً إسلاميةً كريمةً التي يُعَزُّ بها الإسلامُ وأهلُه، وتُذَلُّ بها الكفرُ والـطغيانُ وأهلُه.


اللَّهُمَّ اجعلْ بلادَ المسلمين خلافةً راشدةً على منهاج نبيك التي يُجرى فيها أحكامُك وسنّةُ رسولك.

اللَّهُمَّ ارحمنا بالتوفيق والهداية، اللَّهُمَّ ارحمنا بإقامة الخلافة، اللَّهُمَّ ارحمنا بتطبيق الشريعة، برحمتك يا أرحم الراحمين.


Ku lantunkan doa ini tak henti-henti. Bergantian muncul orang-orang menyebalkan bicara di depan microphone. Melewati jalan pintu tol, galian pasir, Ya Allah, ampuni hambamu yang berdakwah alakadarnya. Belok menuju gunung, di tempat ini, orang-orang sungguh polos, dimanfaatkan orang jahat, dipelihara ketidakmengertiannya. Ya Allah, ampuni hambamu yang berdakwah sekenanya. 


Wahai, Pemilik kerajaan,

Raja di atas segala raja,

“Ya Allah, jadikanlah bagi kami sebuah negara Islam yang lurus di atas manhaj Nabi-Mu, yang di dalamnya dijalankan hukum-hukum-Mu dan sunnah Rasul-Mu.”


“Ya Allah, jadikanlah negeri-negeri kaum Muslimin sebagai Khilafah Rasyidah di atas manhaj Nabi-Mu, yang dengannya Engkau muliakan Islam dan ahlinya, dan Engkau hinakan kekufuran, kezaliman, dan para pengikutnya.”

“Ya Allah, rahmatilah kami dengan taufik dan hidayah, Ya Allah rahmatilah kami dengan tegaknya Khilafah, Ya Allah rahmatilah kami dengan penerapan syariah, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.”

Wahai Raja Pemilik Kerajaan 

Raja dari segala raja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waris, Ali, dan Tembok Dapur

Cinta Pertamaku Itu

ROMANTISME