Wahai Aku #1
Aku. Berpikirlah,
wahai aku! Tentangku, hidupku, apapun, semuanya. Banyak hal yang tak ku ketahui.
Tentang hati, jiwa, bahkan badan ini.
Temukanlah, wahai
aku! Teka- teki alam yang Tuhan tlah coba untuk menandai. Memberi pengertian
tentang apa dan bagaimana. Yah... bla bla bla membosankan yang slalu aku
tanyakan. Hei, seharusnya aku sudah tahu dari dulu, wahai aku!
Berpikirlah, wahai
aku! Saat aku sudah menemukan setitik kebenaran yang selama ini aku cari. Apakah
semua orang merasakan dan memikirkan hal yang sama yang indah ini?
Lihatlah, wahai aku! Pembunuhan,
perampokan, perjudian menjadi hal biasa di sini. Bagaimana hal – hal mengerikan
itu menjadi legal bahkan menjadi baik di mata mereka?
Temukanlah, wahai
aku! Sebab – sebab dari semua itu. Dia benar, opini hanya perlu dicekokkan
berkali-kali agar menjadi kebenaran umum. Maka, gunakan itu juga, wahai aku! Bahkan
seharusnya aku lebih bisa, karena aku tidak memberi opini, tapi kebenaran yang
harus diakui. Tapi setan tak pernah menjadi baik,wahai aku...
Komentar
Posting Komentar