Maaf, Bagaimana Aku Harus...?
hari itu akan ujian. aku masih ingat. pertama kali ada yang menyapa. "hai, bolehkah?" :-) lalu, sekarang jariku berhenti. lupa.
Dia datang dengan baik. menyapa dengan agak baik. tetapi kembali padanya dengan tidak baik. Hari ini dia datang lagi. Menyiapkan amunisi yang jauh lebih baik. Dan tepat mengenai sasaran dengan luar biasa baik. Lalu... hal terbaik apa yang bisa ku kembalikan?
Kupikir akan mudah. Untuk sedetik kemudian hal hal sulit datang memenuhi otakku, tiba-tiba. Ku pikir akan baik-baik saja. Untuk kemudian hal hal berat datang meminta pertimbangan.
Apa yang membuatmu menyapa hari itu? sementara kau dan aku jaauh berbeda. Dalam segala hal.
Dia pikir aku sudah bisa bangun, berdiri, dan berlari dengan baik.
haish... ku tanya lagi, apa yang membuatmu datang menyapa?!
Dia datang dengan baik. menyapa dengan agak baik. tetapi kembali padanya dengan tidak baik. Hari ini dia datang lagi. Menyiapkan amunisi yang jauh lebih baik. Dan tepat mengenai sasaran dengan luar biasa baik. Lalu... hal terbaik apa yang bisa ku kembalikan?
Kupikir akan mudah. Untuk sedetik kemudian hal hal sulit datang memenuhi otakku, tiba-tiba. Ku pikir akan baik-baik saja. Untuk kemudian hal hal berat datang meminta pertimbangan.
Apa yang membuatmu menyapa hari itu? sementara kau dan aku jaauh berbeda. Dalam segala hal.
Dia pikir aku sudah bisa bangun, berdiri, dan berlari dengan baik.
haish... ku tanya lagi, apa yang membuatmu datang menyapa?!
maaf, biarkan aku berpikir. mungkin akan lama. :-(
applaus :) nice
BalasHapus