Ibu Kartini, Maafkan Kami.
Ibu Kartini, lihatlah, banyak wanita salah memahami inginmu.
Mereka melampaui batas. Egonya dipermainkan. Berlomba-lomba menjadi yang paling
cantik. Mengeksploitasi tubuhnya. Siapa yang paling banyak dilihat orang? Berlomba-lomba
berkarir, bekerja, meninggalkan rumahnya. Siapa yang paling tidak bergantung
pada suami mereka? Berlomba-lomba mengambil tempat diluar, tidak ingin
dilindungi. Merasa kuat, sama katnya dengan lelaki. Siapa yang paling superior?
Ibu Kartini, lihatlah, lima hari yang lalu mereka bersolek,
berkebaya. Di perlihatkan pada semua orang. Seolah kau hanya mengajarkan pada
mereka bersolek dan berkebaya.
Ibu Kartini, jangan bersedih, lihatlah kami, anak-anak
perempuanmu, kami tidak bersolek dan berkebaya lima hari yang lalu. Kami juga
tidak diarak, diperlihatkan pada semua orang. Kami belajar sungguh-sungguh. Mencari
ilmu sebanyak-banyaknya, setinggi-tingginya. Karena kami tahu, wanita adalah
tonggak suatu bangsa. Kami akan mendidik generasi yang akan mengubah negeri
yang telah entah bagaimana ini. Bukankah itu yang kau inginkan?
Ibu Kartini, maafkan kami menuliskannya hari ini, bukan lima
hari yang lalu. Karena kami sibuk menjalankan amanatmu. Menjadi ibu yang hebat
untuk generasi yang hebat. Agar negara kita menjadi negara yang hebat.
Anakmu,
Fathimah musthofa
Komentar
Posting Komentar