Di suatu sore sya'ban, aku mengupas bawang untuk stok bumbu bulan Ramadhan. Lalu, bapak itu, yang sedang ada proyek belajar waris, datang. "Dek, tau ga?" "Gatau, lupa." "Ah, ga seru!" "Apaaa? Bawa spidolnya kesini." Dia lupa cara kerja sebagian pecahan, rumus-rumusnya. Ku coret-coret dinding dapur. Ku jelaskan sebentar. Dia paham. "Kalau di waris itu, ada masalah yang pembilangnya lebih, kan gabisa dibagi itu. Masalahnya harta kan 1 bulat? Nah, biar mudah baginya, ditukar aja atas dan bawah." "Aaah, jadi karna gitu? Susah-susah aku tanya ustadzah ku dulu, seandainya beliau kasih tau begitu, pasti aku mingkem. Panjang kita debat. 'kok asal dipindah ditukar? Hasilnya ga akan sama.' aaah, ternyata gitu." Dia tertawa. Adalagi, katanya. Dia ceritakan. Aku tertawa lagi atas kebodohanku dulu. "Seru ya, belajar. Belajar lagi, kak. Nanti ajari aku." "Jadi orang itu belajar sendiri." Seketika itu ak...
Cinta pertamaku bukan dia, sibiru entahlah Bukan pula ayahku Cinta pertamaku, dia yang keras tapi pendengar terbaik Yang tak ada debu setitik pun di bajunya Yang kaos dalamnya harus disetrika Yang simetri sarung dan celananya Yang anak cucunya harus belajar hingga tua Yang menyambungkan silaturrahim keluarganya Yang dicintai tetangganya Yang dicintai orang dimana mana Ditangisi orang entahlah dari atas gunung kidul sana Senang sekali bagi aku yang buta jalan ini Tinggal bilang, "cucunya mbah cip, cucunya mbah mo" Yang keras tapi dicintai ibunya Dalam diam membonceng umi kecil Mencuci, masak, mengeramasi mbah buyut setiap hari Setiap hari pula terlambat mengajar Dimarah kepala sekolah bukan apa-apa Masa kecilku habis bersamanya Naik vespa tosca dipinggir jalan Saking lambatnya hampir tidak pernah menyalip selalu aku tidur terduduk diantara kakinya Naik onthel berkeliling Jangan lupa kaki ditali kedepan Kau boleh marah padanya, jangan pada ibumu Kau boleh membantahnya, j...
Romantisme mbok-mbok baru 7 tahun, Melihat punggungnya dari motor belakang Kakinya kadang menghalau ayam yang kupingnya tidak dengar klakson Tapi Rasanya seperti dilindungi dari semburan gunung meletus Juga asyik tin tin mendahului pick up yang lambat Tapi rasanya seperti dibukakan jalan oleh pengawal pejabat Sebelum berangkat, sibuk tanya kaya orang tua, "dek, pakai motor yang mana?" Padahal aku sudah ahli bawa karung dan 2 anak di tebing jurang "Dek, lebih enak bawa anak apa barang? Eh sini dah, biar di dudukin Ahmad" Akhirnya aku hanya bawa badan "Waktunya beli mobil ini, kapan ya kita ada tabungan" Ingin rasanya ku sumbang dengan uang logam kembalian Tidak seperti di film-film, harusnya menikah itu baru intro, Resolution nya di akhir hayat, Klimaksnya tergantung aktris Meletakkan pernikahan di akhir and happily ever after adalah kesalahan terbesar, benar adanya dunia nyata lebih seru daripada dunia fiksi, kata penulis. Menyimpulkan punggung dari mo...
Komentar
Posting Komentar