Ibu Kami Semua

 Kami semua anaknya, 

Seperti kakung, mbahuti juga ibu semua orang. Bu In yang di Jimbe, Bu In guru RA, Bu In ibunya wahyu, Ibu, Mbahibu, mbah In nya pak cip. Mereka tidak lahir dari rahimnya. 


 Menjaga umi, lalu aku,  lalu maryam. Huruf baca pertama kami semua dari mbahuti. 


Mbahuti yang suka marah-marah tapi mudah menangis. Ditangannya, semua biji bertumbuh, semua bunga berbuah. Mbahuti yang tidak punya rasa lelah. Mbahuti yang teriak-teriak karena takut kami terluka.


Seperti kakung, masa kecilku habis bersama mbahuti. Ikut mengajar di RA, mengantar aku sekolah, berangkat naik angkot, pulang naik dokar. Atau naik vespa tosca yang tak pernah menyalip itu. Beli baju baru, belajar membaca buku, belajar menulis, menyanyi sepanjang hari selalu lebih seru bersama mbahuti.


Bepergian bersama mbahuti dijamin tidak akan lapar, tidak khawatir baju basah, tasnya seperti kantong doraemon. 


Kami sering kesal soal teriak-teriaknya, marah-marahnya, ketakutan-ketakutannya. Tapi, waktu aku kontraksi mau melahirkan maryam pun mbahuti masih menggosok kakiku terkantuk-kantuk. Antara ada dan tiada, reflek ku gerakkan kakiku, sebanyak itu pula tangan mbahuti bergerak lagi, sebelum aku sadar aku sudah mau jadi ibu, lalu diam. 


Mbahuti yang berkaca-kaca setiap kami pamit. Selalu gembira ketika kami datang, walau dengan masalah, siap memeluk kami. Mbahuti yang meski tak setuju dengan pilihan kami, tetap mendukung kami. Jangan lupakan omelannya. 

Di masa senjanya pun, masih ada anak yang harus dia bangunkan pagi-pagi berangkat sekolah. Yang dia tunggu pulangnya di malam hari. Anak itu berkeluh padanya lebih dulu, daripada mendatangi ibu dan ayahnya sendiri. 


Mbahuti ibu kami semua. Dicintai dari ujung hingga ujung gang. Dicintai hingga puncak gunung sana. Yang menenangkan para tamu dan anak-anaknya ketika kakung berpulang. 


Panjangkan dan berkahi usiaNya, Ya Allah. Kasihi dia seperti dia mengasihi kami semua



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waris, Ali, dan Tembok Dapur

Cinta Pertamaku Itu

ROMANTISME