Maryam

Nun,
Jangan jadi umi. Jangan sungguh.
Jadi maryam, yang suci.
Jadi maryam, yang Allah berkati.

Hidupnya, nun, sudah disembahkan untuk Allah. dititipkan pada nabi. Menghabiskan waktu dalam mihrab.

Dewasanya, nun,  terpilih oleh Allah. Menjadi ibu nabi. Membesarkan dalam pasrah.

Umi bukan seperti ibu maryam. Masih resah membayangkan nun tumbuh lalu menikah. Masih alpa memperdengarkan alquran setiap saat.
Tapi harap umi, nun, kita bersama didunia dalam taat, lalu dalam surga di akhirat.

Di hari-hari singkat penantian umi menunggu nun. Terbayang tahun-tahun yang akan nun lewati. Tahun-tahun nun menempel pada umi. Apakah umi mampu mandampingi dengan sabar? Tahun-tahun nun mengenal isi dunia ini. Apakah umi mampu menunjukkan dengan benar? Tahun-tahun nun belajar arti hidup ini. Apakah umi masih mampu ikut belajar? Tahun-tahun nun akan jauh dari umi...  Lalu, mungkin tahun-tahun kita menua bersama. Apakah umi sempat menjadi uti?

I love you, from the deepest of my heart ...
Maknun


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waris, Ali, dan Tembok Dapur

Cinta Pertamaku Itu

ROMANTISME