Seperti mendoan

Banyak yang berubah dalam pergantian tahun ini. Tak akan kuceritakan awal mulanya. Terlalu panjang.  Terlalu memakai hati. Nanti tak jadi  menulis. 

Intinya aku melompat fase.  Faseku yg dua bulan lalu masih ditemani mengambil makan.  Baju yg "tercucikan". Membantu mengupas bawang.  Merengek minta ditemani salim dengan tamu. 

Segalanya terlalu cepat.  Saking cepatnya tak berasa. Terharunya umi,  sedih bahagianya abi,  cemburunya faza,  tidak enaknya zaky, sebalnya kawan2 baik.  Tak ada.  Aku bingung dengan banyaknya rasa.  Kuhantam keluar.  Tak kupersilakan masuk.  Biarkan saja, pikirku. Daripada menghadapi banyak pertanyaan dengan tegang.

Dipagi ini,  aku tertidur setelah bangun.  Sedikit meregangkan kaki yg kesemutan dalam sujud panjang yg menghilangkan rezeki pagi. Belanja daun singkong.  Kuturuti ibu2 hari kemarin.  "daun singkong disini 2000." kenapa memangnya bu?  "harusnya 1500. Disana.  Tapi orangnya ngga ada" oh,  saya ngga tau.  Hehe. .. Pagi ini daun singkongku 1000 rupiah.  Beli santan lebih mahal 500 rupiah. Lainnya aku lupa. Sayur sup hari kemarin sudah busuk wortelnya. Kusimpan dalam keadaan berair.  Tempe berjamur.  Pikirku,  padahal sejatinya tempe adalah jamur. Kubuat mendoan dengan google.  Mencari cara termudah. Dengan bahan yg aku tahu pastinya.

Aku nanti harus ikut ibu2 pkk.  Mungkin  nanti arisan.  Pengajian,  yasinan,  baksos,  penyuluhan.  Rumpian.  Tak bisa kubayangkan,  "jeng,  baru pindahan ya?  Kesibukannya apa? " kuliah, jeng.  Oh my...

Tapi menyenangkan.  Tak kusangka,  terciprat minyak panas bisa semenantang aljabar. Mencoba masakan baru semenyenangkan membaca buku baru. Tau wortel tak boleh disimpan dengan basah,  Sambal  sedap saja tanpa gula,  Dan terlalu banyak bumbu pun malah membuat mereka tak enak,  seperti tau grammar yang bertahun2 aku salah. Ooohhhh.....  Yang sangat panjang.  Kemudian takjub. Kok bisa ya?

Seperti mendoan cintaku tadi pagi, ada yang kebelet gosong,  bopeng,  akhirnya kufoto dengan efek summer.  Terlihat lezat.  Terlihat saja. Aku tahu banyak yang kurang. Latihan yang salah, mengerti yang salah, putus asa yang hampir. Namun,  masih ada efek summer.  Dalam tali indah ini,  kami berusaha bersama. 

Kakak,  aku masih punya waktu tumbuh. 



Adek. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waris, Ali, dan Tembok Dapur

Cinta Pertamaku Itu

ROMANTISME