Kawan Kecil :

Kawan Kecil :

Kawan kecilku... terimakasih untuk segala kesadaran. Membuatku mengerti kejadian di masa dulu tak selalu sama. Perasaan di masa lalu tak perlulah dipaksa untuk dirasakan sekarang pula. Kehidupan yang lalu pasti berbeda.


Kawan kecilku... terimakasih. Sekalipun aku mengenalmu bodoh, dahulu. Dan kau pun bodoh, sekarang. Aku berterima kasih. Setidaknya bodohmu yang dulu tak sama dengan bodohmu yang sekarang. Dan selamanya akan ku sebut kau bodoh. :P

Kawan kecilku... kau bukan anak kecil lagi. Begitu pula aku. Tapi, biarlah kita tetap tertawa seperti anak kecil, merajuk, mengolok seperti anak kecil. Berlari, berteriak seperti anak kecil. Karena anak kecil tak pernah mengenal permusuhan, gengsi, dan penolakan maaf. Biarlah kita tetap seperti anak kecil.

Kawan kecilku... apapun yang terjadi kemarin, hari ini, esok. Siapapun yang kita kenal kemarin, hari ini, esok. Di mana pun kita kemarin, hari ini, esok. Hidup kita pernah bersinggungan. Pernah saling memberi arti, kesadaran, ketulusan. Jangan pernah kau putus dan aku tidak akan memutus.

Kawan kecilku... aku bangga. Bukan sebagai penghias kata, kalimat, paragraf, jalan cerita ataumemperbaiki namaku di hadapanmu. Aku bangga... bangga... J

With (out) Love,

Me          
         

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waris, Ali, dan Tembok Dapur

Cinta Pertamaku Itu

ROMANTISME